Pelatih Persija Jakarta meluangkan waktu untuk memberikan pelatihan kepada pemain-pemain muda. Didampingi dua mantan pemain, Ismed dan Atep, pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan ilmu sepak bola kepada 40 talenta muda. Mereka bertiga melatih 40 anak yang terpilih dalam program LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026.
Selain Shin Tae-yong, Ismed dan Atep juga hadir sebagai pelatih tetap. “Sebenarnya, saya sangat berterima kasih. Acara seperti ini memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sejak kecil, dan juga memberi mereka kesempatan untuk berlatih bersama pelatih-pelatih yang baik,” ujar Shin Tae-yong, yang juga pernah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 merupakan edisi kedua. Seperti musim sebelumnya, perjalanan Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025 diawali dengan pencarian bakat melalui kunjungan ke sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek. Kemudian, para peserta diseleksi langsung oleh Ismed dan Atep untuk diuji kemampuan dasar sepak bolanya.
Dari proses seleksi ini, terpilih 70 anak yang berkesempatan untuk mengikuti seleksi lanjutan yang dilaksanakan di Soccerfield, Bogor. “Tahun ini, kami melanjutkan kampanye dengan mengusung kembali tema sepak bola karena besarnya potensi dan animo masyarakat Indonesia pada sepak bola,” jelas Lee Chulwong, perwakilan Daehong Indonesia.
“Seperti tahun sebelumnya, program ini bertujuan untuk membina dan mendukung anak-anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional. Melalui program ini, kami memberikan mereka bantuan praktis untuk mencapai impian dan harapan mereka,” lanjutnya.
Dari 70 anak yang lolos seleksi awal, peserta disaring kembali menjadi 40 besar. Mereka harus melewati beberapa tahap ujian seleksi. Proses penilaian tidak hanya dilakukan oleh Atep dan Ismed, tetapi juga mendapat masukan dari Shin Tae-yong.
Melalui seleksi lanjutan ini, terpilih 40 bakat terbaik dari 70 peserta. Ke-40 anak yang lolos seleksi ini kemudian dibagi menjadi empat tim, yaitu Tim Macan, Tim Harimau, Tim Elang, dan Tim Rajawali, dengan masing-masing tim beranggotakan 10 pemain.
Coach Ismed akan melatih Tim Elang dan Tim Rajawali, sementara Coach Atep akan melatih Tim Macan dan Tim Harimau. Ke-40 bakat terbaik ini akan menjalani pelatihan intensif, mulai dari teknik hingga pemahaman taktik dari Atep dan Ismed, serta pelatihan khusus dari Shin Tae-yong.
Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan teknik dan taktik, tetapi juga mengikuti berbagai tantangan berhadiah yang mengombinasikan teknik sepak bola dengan unsur keseruan. Setelah menjalani latihan intensif, tim asuhan kedua pelatih tersebut akan saling bertanding dalam sebuah kompetisi mini.
Total hadiah Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 mencapai ratusan juta rupiah. Selain untuk juara tim, terdapat juga kategori perorangan untuk lima peserta, yaitu Best Player, Best Goalkeeper, Top Scorer, serta dua kategori Most Improved Player dari masing-masing coach.
Namun, perjalanan para Bintang Muda 2026 tidak berakhir di babak final. Setelah itu, akan diadakan Fun Match yang mempertemukan All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 dengan All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025.
“Melalui acara ini, saya berharap para pemain muda kita bisa belajar dengan sistem yang terarah sejak usia dini. Pada usia seperti ini, cara mereka mempelajari dasar-dasar sepak bola akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka bisa menjadi pemain yang hebat ketika dewasa nanti,” ucap Shin Tae-yong.
