Pertaruhan gengsi sesama klub Jawa Timur akan terjadi pada pekan ketiga. Arema FC akan melawan Persik Kediri yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (17-9-2026).
Duel ini selalu memantik *psywar* antara kedua suporter di media sosial lantaran hubungan Aremania dan Persikmania masih pasang surut. Itulah mengapa, panpel Arema mengimbau agar suporter Persik tidak datang ke Stadion Kanjuruhan sebagai antisipasi agar tidak ada insiden di dalam maupun di luar stadion.
Dengan tidak adanya suporter Persik, panpel Arema sebenarnya kehilangan pemasukan dari penjualan tiket. Padahal, saat ini PSSI sudah mencabut larangan *away* bagi suporter sehingga setiap klub yang menjadi tuan rumah bisa mendapatkan pemasukan dari tiket suporter lawan.
Akan tetapi, bagi pemain Arema, hal tersebut merupakan sebuah keuntungan. Mereka bisa fokus bermain dengan dukungan suporter sendiri, Aremania, sebagaimana diakui oleh kiper Adi Satryo.
“Tentu sangat menguntungkan bagi Arema. Sekarang kami harus menjaga kandang sendiri. Tentunya optimistis bisa mendapat kemenangan,” kata Adi Satryo.
Di sisi lain, Adi menambahkan bahwa ke depan, semua suporter diharapkan memiliki hubungan yang baik sehingga atmosfer persaudaraan bisa terbawa di setiap pertandingan.
“Pastinya kami ingin semua suporter menjaga agar situasi tetap kondusif. *Psywar* atau apa pun itu mungkin hal biasa di kalangan suporter. Tapi, jangan sampai ada aksi berujung sanksi yang tidak menguntungkan bagi kompetisi ini,” imbuhnya.
Sebenarnya, sudah cukup lama kedua suporter tidak saling berkunjung. Saat Persik menjamu Arema di Kediri, suporter Aremania juga diimbau tidak datang lantaran sering terjadi kericuhan di area perbatasan Malang-Kediri ketika kedua kubu suporter melakukan *away*.
Saat ini, Adi menjadi andalan utama Arema di bawah mistar. Ia tidak tergantikan dalam dua laga awal musim ini. Saat melawan Persik, ia ingin kembali mencatatkan *clean sheet*.
Pada laga kandang pertama, Adi berhasil melakukannya. Oleh karena itu, pada laga kandang kedua, ia ingin menjaga agar tidak ada pemain lawan yang bisa merobek gawangnya.
“Antisipasi kami untuk laga ini, memperbanyak komunikasi dan mengingatkan pemain belakang agar melakukan *man to man*,” ungkapnya.
Adi menambahkan, jelang menghadapi Persik, taktik dan strategi yang akan dimainkan sudah disiapkan oleh tim pelatih.
“Persiapan kami sudah sangat matang. Semua arahan dari pelatih sudah disampaikan kepada seluruh pemain. Jadi, kami tinggal menunggu pertandingan besok dan mengimplementasikannya di lapangan,” tegas Adi.
