Pesan Mantan Bintang Liverpool FC Women untuk Sepak Bola Putri Indonesia: Para Perintis Harus Dapat Kesempatan Berkembang

Sepak bola putri Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mulai menemukan ritme dan jati dirinya. Dua turnamen bergengsi tahun ini menjadi pembuktiannya. Timnas Putri Indonesia arahan Satoru Mochizuki berhasil menjadi juara Piala AFF 2026 pada Juli setelah mengalahkan Laos dengan skor telak 5-0.

Sementara itu, Timnas Putri Indonesia U-16 arahan Timo Scheunemann sukses meraih posisi runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus pada Agustus setelah kalah tipis 0-1 dari Thailand.

Dua pencapaian tersebut ternyata sudah sampai ke telinga legenda Liverpool FC Women, Natasha Dowie. Kebetulan, Natasha bersama mantan bek Liverpool peraih trofi Liga Champions musim 2003/2024, Sami Hyypia, sedang berada di Bali untuk berbagai kegiatan.

Selain menyapa penggemar di Liverpool FC Store di Bali, berbagai kegiatan lain juga dilakukan. Mereka mengadakan coaching clinic bersama puluhan anak Bali United Academy dan penyandang disabilitas di Bali United Training Center sebelum bertemu dengan ratusan fans The Reds di Kuta.

Natasha, yang kini berusia 38 tahun, menilai para pemain Timnas Putri Indonesia, baik di skuad senior maupun di kelompok umur, adalah perintis sepak bola masa depan. “Saya tahu mereka baru saja memenangkan Piala AFF 2026, jadi selamat untuk gelar tersebut. Bagi saya, mereka adalah para perintis,” ucapnya pada Sabtu (19/9/2026).

Ia sangat memahami bahwa pesepak bola putri harus berjuang lebih banyak dibandingkan pesepak bola putra. Pemain yang pernah merumput bersama AC Milan dan Everton ini juga mengalaminya sendiri.

“Saya pernah berada di posisi tersebut sebagai anak perempuan yang tidak diizinkan bermain sepak bola di sekolah dasar. Tapi akhirnya saya bisa berkarier di dunia sepak bola selama 20 tahun,” bebernya.

“Saya sudah bermain bersama klub di enam negara berbeda dan sekarang menjadi duta Liverpool FC. Bagi saya, para pemain Timnas Indonesia baru berada di awal perjalanan dan akan menjadi panutan bagi anak-anak perempuan lainnya,” tambahnya.

Harapan Natasha pun besar untuk persepakbolaan putri Indonesia. Ia ingin melihat para pemain suatu saat nanti bisa berkompetisi di ajang elite di seluruh dunia.

Bahkan, tidak ada hal yang mustahil jika ada pemain Indonesia yang bermain di FA WSL, kompetisi tertinggi di Inggris untuk sepak bola wanita. “Pesan saya, nikmatilah perjalanannya. Ini baru permulaan dan saya sangat antusias. Saya berharap dalam kurun waktu 5, 10, atau 15 tahun mendatang, bisa melihat Timnas Indonesia di panggung dunia. Semoga suatu saat nanti ada pemain Indonesia yang bermain di WSL juga dan itu akan sangat luar biasa,” tegasnya.

Apa yang diharapkan Natasha Dowie untuk persepakbolaan putri Indonesia sepertinya perlahan mulai terwujud. PSSI akan memulai Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti oleh enam klub pada Oktober 2026.

Keenam tim tersebut adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikad Depok, dan Bekasi FC. Bagi Natasha, liga putri bisa menjadi cara agar persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. Melalui kompetisi ini, para pemain bisa diberikan kesempatan yang lebih luas untuk bersinar.

“Yang terpenting adalah kesempatan untuk bermain dan bisa memberikan dukungan kepada mereka. Lalu memberikan mereka dukungan penuh agar bisa berkembang dan sukses,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *