FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Dipermak Thailand, Ini Curahan Hati Pelatih Nolberto Solano

Pelatih, Nolberto Solano, mengakui bahwa timnya harus banyak belajar setelah kalah telak 0-4 dari Thailand pada laga perdana Grup B. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (26/9/2026).

Meski skor akhir terlihat mencolok, Solano menyebut hasil tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan perjuangan pasukannya di lapangan. Menurutnya, para pemain mampu mengawali pertandingan dengan cukup baik, terutama dalam 25 menit pertama.

Namun, situasi berubah seiring berjalannya laga. Kondisi fisik dan waktu persiapan yang terbatas menjadi salah satu tantangan utama bagi timnya.

“Seperti yang saya katakan sebelum turnamen, kami tahu ini akan sangat berat. Kami akan menghadapi tim yang sangat bagus dan mengandalkan fisik,” ujar Solano selepas pertandingan.

“Kami memulai dengan cukup baik dalam 25 menit pertama. Namun, untuk mengendalikan pertandingan selama 90 menit penuh, kami tahu itu akan menjadi masalah karena banyak pemain kami yang baru tiba beberapa hari terakhir,” lanjutnya.

Solano menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk mengabaikan hasil pertandingan. Legenda sepak bola asal Peru ini justru memberikan apresiasi kepada Thailand yang mampu memaksimalkan setiap peluang yang didapat.

“Thailand tim yang sangat bagus. Perbedaannya hari ini adalah setiap kali Thailand memiliki kesempatan untuk menyerang, mereka mampu menuntaskannya menjadi gol,” ucap Solano.

Di sisi lain, Pakistan sebenarnya memiliki sejumlah peluang, tetapi gagal membuahkan gol. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang menurut Solano harus segera diperbaiki.

“Kami juga memiliki peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Ini adalah pengalaman berharga. Kami harus terus melangkah,” ucap eks pemain Newcastle United ini.

Solano juga meminta para pemainnya untuk lebih solid dan disiplin. Menurutnya, memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan pada level kompetisi seperti ini dapat berakibat fatal.

“Hasilnya 4-0, terlihat seolah-olah kami dibantai, padahal tidak demikian. Ada bagian pertandingan ketika kami bermain cukup baik. Namun, tidak ada alasan, itulah hasilnya,” tutur Solano.

Selain itu, Solano menyampaikan pesan kepada para pendukung Pakistan agar tetap melihat turnamen ini sebagai bagian dari proses perkembangan sepak bola negara tersebut. Ia menegaskan bahwa Pakistan datang dengan kesadaran penuh mengenai tantangan yang akan dihadapi.

Baginya, turnamen ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sepak bola Pakistan. “Ketika kami menerima untuk datang ke turnamen ini, kami tahu dan menyadari posisi kami. Hal baiknya adalah kami memiliki proyek jangka panjang bersama Pakistan untuk berkembang di tingkat sepak bola seperti ini. Ini adalah kompetisi yang luar biasa,” kata Solano.

Kekalahan dari Thailand tidak ingin dijadikan alasan untuk larut dalam kekecewaan. Pakistan harus segera memulihkan kondisi karena masih memiliki pertandingan berikutnya pada Selasa mendatang.

“Sekarang kami harus segera bangkit karena di turnamen ini kami harus bermain lagi pada hari Selasa. Kami hanya perlu berusaha memulihkan kondisi fisik para pemain karena dalam beberapa hari lagi kami harus siap bertanding kembali melawan tim yang sangat kuat,” imbuhnya.

Kekalahan ini menjadi pelajaran penting untuk mengukur sejauh mana kualitas tim saat ini. “Ini adalah pelajaran berharga, tetapi kami perlu banyak berbenah jika ingin mencapai target di masa depan,” ungkapnya.

“Untuk mencapai pencapaian apa pun yang kami inginkan di Asia, kami harus meningkatkan kualitas secara signifikan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *