Timnas Indonesia Harus Waspada Misi Besar Malaysia yang Ingin Pulihkan Citra di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia akan berduel melawan Malaysia pada partai kedua fase Grup A di SUGBK Jakarta, Senin (28-9-2026) malam WIB. Dalam sejarah pertemuan kedua negara bertetangga ini, laga Derbi Melayu tersebut selalu berlangsung sengit dan menguras emosi. Pertandingan ini menjadi laga hidup mati bagi Timnas Garuda dan Harimau Malaya.

Pemenang pertarungan ini akan memiliki peluang besar untuk tampil di babak final guna memperebutkan gelar juara turnamen perdana garapan FIFA dan AFC ini. Pelatih John Herdman telah memanggil para pemain diaspora terbaik Timnas Indonesia dari Liga Eropa, sementara arsitek tim Malaysia, Tan Cheng Ho, tidak mau kalah dengan mengandalkan kekuatan inti sebelas pemain Johor Darul Ta’zim, klub elite Liga Super Malaysia.

Kevin Diks dkk. sedang mengharmoniskan kembali kerja sama tim setelah sekitar tiga bulan tidak bermain bersama. Sebaliknya, skuad asuhan Dion Cools dkk. memiliki chemistry yang lebih mapan karena telah teruji dalam kualifikasi Piala Asia 2027, meskipun mereka terpaksa gagal berangkat ke Arab Saudi tahun lalu akibat kasus pemalsuan dokumen naturalisasi pemain asingnya.

“Setelah kasus memalukan itu, sepak bola Malaysia bertekad untuk bangkit. Mereka sudah menunjukkannya dengan lolos ke semifinal Piala AFF lalu. Kini mereka akan membuktikan diri di FIFA ASEAN Cup 2026. Ini ajang tepat untuk memulihkan citra Malaysia di mata internasional,” kata Raja Isa Raja Akram Shah, pengamat sepak bola nasional.

Menurut pengamat sepak bola senior asal Malaysia itu, tim yang sedang terpuruk dan ingin bangkit akan mengerahkan seluruh kekuatannya. Misi inilah yang harus benar-benar diantisipasi oleh seluruh elemen Timnas Indonesia. “Dari laga pertama melawan Bangladesh dengan kemenangan 3-0, saya amati psikologis pemain Malaysia mulai pulih kembali. Mereka sudah bermain normal dan punya spirit lebih kuat. Seharusnya Timnas Indonesia mempertimbangkan faktor nonteknis ini dalam analisisnya,” jelasnya.

Pria yang pernah selama 17 tahun menangani klub-klub di Indonesia ini juga menyoroti skuad yang diboyong Tan Cheng Ho, termasuk proses naturalisasi cepat tiga pemain asing yang menambah kekuatan Malaysia. “Kekuatan utama Malaysia adalah sebelas pemain JDT. Pemain naturalisasi baru Malaysia juga punya kualitas bagus, apalagi mereka lama berkarier di Liga Malaysia. Manuel Hidalgo dan Bergson da Silva akan mengganggu konsentrasi lini belakang Timnas Indonesia. Ketika pertahanan lengah, Arif Aiman muncul sebagai ancaman nyata. Chemistry tiga pemain depan Malaysia ini sangat solid. Timnas Indonesia harus waspada pada Arif Aiman karena ia licin, kuat, dan punya tendangan akurat. Ia bisa mencetak gol dari posisi sesulit apa pun,” paparnya.

Striker berusia 24 tahun ini memiliki postur tubuh rata-rata orang Asia dengan tinggi 1,71 meter. Namun, pemilik 41 caps di Timnas Malaysia ini telah mengoleksi sepuluh gol, termasuk dua gol yang dicetak ke gawang Bangladesh di FIFA ASEAN Cup yang menempatkan Arif Aiman sebagai top scorer sementara bersama bomber Thailand, Teerasak Poeiphimai.

Raja Isa yang memiliki darah keturunan Bugis ini juga menilai lini depan Malaysia memiliki kedalaman skuad yang bagus. Selain trio tersebut, Tan Cheng Ho masih memiliki stok pemain yang tak kalah mumpuni, seperti Faisal Halim, Fergus Tierney, Gunalan Pavithran, dan Paulo Josue. “Prediksi saya, Malaysia akan berupaya keras memenangkan pertandingan nanti karena mereka punya misi memulihkan nama baik. Selain itu, laga terakhir melawan Singapura juga berat, maka mereka harus memastikan bisa lolos ke final lebih cepat,” tutup Raja Isa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *