Timnas Bangladesh diterpa isu keretakan internal menjelang menghadapi Timnas Indonesia pada laga terakhir Grup A. Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, dikabarkan terlibat perselisihan dengan salah satu pemainnya, Farhaan Ali Wahid.
Kabar tersebut muncul setelah Farhaan Ali tidak dimainkan saat Bangladesh menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (28-9-2026). Winger berusia 19 tahun itu hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan, yang kemudian memicu spekulasi di media sosial.
Farhaan Ali bahkan dikabarkan berniat meninggalkan hotel tim karena tidak puas dengan keputusan sang pelatih. Namun, Thomas Dooley langsung membantah kabar tersebut. Pelatih asal Amerika Serikat itu memastikan tidak ada perselisihan dengan Farhaan Ali maupun ayahnya.
“Tidak ada perselisihan antara Farhaan Ali dan saya. Saya juga tidak memiliki masalah dengan ayahnya. Saya tidak pernah berdebat atau bertengkar dengan ayahnya. Selain itu, cerita-cerita yang beredar sama sekali tidak benar,” ujar Dooley.
Farhaan Ali sempat mendapat kesempatan tampil ketika Bangladesh menghadapi Malaysia pada pertandingan pertama, 25 September 2026. Laga tersebut menjadi debut spesialnya bersama tim nasional dan ia dipercaya sebagai starter.
Namun, Dooley menarik Farhaan Ali saat turun minum dan memasukkan Shahriar Emon sebagai penggantinya. Setelah itu, Farhaan Ali tidak kembali dimainkan ketika Bangladesh menghadapi Singapura. Keputusan tersebut kemudian memicu dugaan mengenai hubungan Farhaan Ali dengan Dooley.
Pemain yang berkarier bersama Boreham Wood di kasta kelima Inggris itu disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda Bangladesh. Terkait hal ini, Dooley kembali menegaskan bahwa kabar mengenai keretakan di dalam tim tidak benar.
Ia juga mengaku sudah terbiasa dengan munculnya berbagai rumor sejak menangani Bangladesh. “Sejak tiba di Bangladesh, rasanya hampir setiap hari muncul rumor baru. Saat orang merasa tidak senang akan sesuatu atau sekadar ingin memancing kehebohan, mereka mengunggah sesuatu di media sosial, padahal sebagian besar hal itu tidak benar,” kata Dooley.
Mantan pelatih Timnas Filipina itu menjelaskan bahwa keputusan terkait pemanggilan pemain hingga susunan tim merupakan kewenangannya. Menurut Dooley, ada berbagai pertimbangan yang bisa membuat seorang pemain dicadangkan atau ditarik keluar dalam pertandingan.
“Ketika seorang pelatih menempatkan pemain di bangku cadangan atau menggantinya, selalu ada alasan di baliknya. Mungkin pemain itu butuh istirahat karena jadwal bermain yang padat, mungkin ia mengalami cedera, mungkin keputusannya bersifat taktis, atau mungkin karena performanya. Bisa ada banyak alasan di baliknya,” jelasnya.
Dalam kasus Farhaan Ali, Dooley menyebut alasan pergantian pemain pada laga melawan Malaysia murni karena penampilan sang pemain. Ia juga menegaskan tidak ada hal yang ditutup-tutupi terkait keputusan tersebut.
“Saya selalu terbuka mengenai keputusan-keputusan saya di dalam tim maupun kepada federasi. Saya sangat terbuka; tidak ada yang saya sembunyikan, dan hanya ada satu alasan mengapa Farhaan ditarik keluar saat jeda babak pertama, yaitu performa,” tegas Dooley.
Bangladesh sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka menelan dua kekalahan, masing-masing 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura.
Sebaliknya, Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke final. Syaratnya, Skuad Garuda harus mengalahkan Bangladesh pada pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1-10-2026) malam WIB, sembari berharap Malaysia gagal menang atas Singapura. TSports
