Timnas Indonesia akan melakoni partai hidup-mati menghadapi Bangladesh dalam laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kendati kemenangan menjadi harga mati bagi Skuad Garuda, tiga poin atas Bangladesh ternyata belum sepenuhnya menjamin tiket ke partai puncak.
Pasalnya, kepastian nasib anak asuh John Herdman juga sangat bergantung pada hasil duel sengit antara Malaysia kontra Singapura yang digelar pada waktu bersamaan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Saat ini, persaingan memperebutkan satu tiket menuju babak final masih berlangsung ketat di antara tiga negara. Lantas, bagaimana hitung-hitungan agar Timnas Indonesia bisa melenggang mulus ke partai pemungkas? Berikut adalah tiga skenario utamanya.
Skenario pertama merupakan cara paling aman dan sederhana bagi Timnas Indonesia. Jika Ole Romeny dan kawan-kawan berhasil mengamankan tiga poin penuh atas Bangladesh, sementara duel Malaysia vs Singapura berakhir tanpa pemenang (seri), maka Timnas Indonesia otomatis mengunci status sebagai juara Grup A tanpa perlu memikirkan selisih gol.
Namun, pada skenario ini, Timnas Indonesia tidak cukup hanya berharap pada diri sendiri. Mereka juga harus berharap pada ketangguhan Timnas Singapura untuk menahan imbang Timnas Malaysia.
Skenario kedua berlaku jika Malaysia juga sukses memetik kemenangan atas Singapura. Apabila kedua tim sama-sama mengantongi kemenangan, penentuan juara grup akan ditentukan melalui selisih gol akhir. Oleh karena itu, Timnas Indonesia dituntut untuk menang dengan margin gol sebesar mungkin saat bersua Bangladesh.
Sebagai gambaran, jika Malaysia menang 1-0 atas Singapura, Timnas Indonesia wajib menang minimal 3-0 demi mengungguli selisih gol Harimau Malaya.
Skenario terakhir bergantung pada kejutan yang dihadirkan Singapura. Jika Harimau Malaya tersandung dan takluk di tangan Singapura, tugas Indonesia menjadi jauh lebih ringan. Berapa pun skor kemenangan yang diraih atas Bangladesh, Skuad Garuda dipastikan langsung melesat ke puncak klasemen dan berhak mengamankan tiket ke final.
Meski peluang terbuka lebar, Timnas Indonesia tetap wajib mewaspadai kekuatan Bangladesh. Sang lawan yang diperkuat pemain keturunan kompetisi Inggris, Hamza Choudhury, diprediksi bakal tampil tanpa beban dan siap memberikan perlawanan sengit di SUGBK.
