Tampil Cool di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero Dinilai Layak Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Ia menjadi salah satu pahlawan dalam keberhasilan merebut gelar juara. Puncak penampilan kiper Rayo Vallecano tersebut terjadi saat ia berhasil memblokir sepakan penalti keempat Thailand yang dilancarkan Nattapong Sayriya.

Lewat aksinya itu, Timnas Indonesia memenangi adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di babak reguler dan extra time. Namun, tugas Emil Audero dan rekan setimnya belum selesai.

Tiga bulan lagi, Kevin Diks dkk. akan beraksi di Piala Asia 2027 yang dihelat di Arab Saudi pada 7 Januari–5 Februari 2027. Berikut adalah pandangan Hermansyah, mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an, atas kinerja apik Emil Audero.

“Dua kali tampil, Emil Audero memang tidak mencatat clean sheet. Tetapi, overall, saya menilai dia masih punya kelebihan dari Maarten Paes. Terutama ketenangan dia di pertandingan penting. Dia pantas jadi pilihan pertama di Piala Asia nanti,” ujar Hermansyah.

Kendati condong kepada Emil Audero, Hermansyah menyadari bahwa keputusan mengenai siapa yang akan tampil di Piala Asia 2027 bergantung pada John Herdman sebagai nakhoda Timnas Indonesia.

“Jika Emil Audero tidak cedera, saya kira dia jadi pilihan utama. Tapi, di FIFA ASEAN Cup ini, John Herdman cukup bijak. Dia memberi jatah giliran kepada Maarten Paes dan Emil Audero. Ini sangat bagus untuk melihat kualitas keduanya,” kata Hermansyah, yang kini menjadi pengamat sepak bola Indonesia.

Hermansyah mengamati aksi kiper kelahiran Mataram, Lombok, NTB tersebut saat adu penalti yang cukup brilian. “Saya lihat Emil Audero punya kepercayaan diri tinggi. Ini tidak lepas dari kiprahnya di La Liga dan Liga Italia. Situasi psikologis itu pernah saya alami. Sebagai kiper Timnas, saya lebih percaya diri ketika berhadapan dengan pemain non-timnas,” ucapnya.

Selain faktor kasta kompetisi, Hermansyah menyebut secara individu bahwa Emil Audero memang memiliki kemampuan yang bagus, terutama dalam membaca alur bola yang mengarah ke gawangnya.

“Sebenarnya dalam adu penalti itu, beban penendang lebih berat daripada kiper karena dia menghadap gawang. Tetapi, Emil Audero seolah menjadi penguasa gawang. Dia tahu ke mana bola akan diarahkan. Gerakan refleksnya juga bagus,” tutur mantan pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2003 tersebut.

Soal aksi Emil Audero yang melompat-lompat di garis gawang sebelum eksekusi penalti, Hermansyah menyebut hal itu sebagai taktik psywar.

“Itu cara Emil Audero mengganggu konsentrasi pemain Thailand. Ada banyak cara psywar. Ada kiper seperti Emil Audero, ada yang tetap berdiri untuk membaca arah bola. Itu tergantung kebiasaan saja,” jelas Hermansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *