Juara FIFA ASEAN Cup setelah Susah Payah Tekuk Thailand, Timnas Indonesia Sisakan PR: Unggul Jumlah Pemain Malah Kehilangan Akal

Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Thailand dalam drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5-10-2026) malam. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Timnas Indonesia kemudian memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti sekaligus mencatat sejarah sebagai juara edisi pertama FIFA ASEAN Cup.

Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menyambut positif keberhasilan Skuad Garuda mengangkat trofi. Menurutnya, gelar ini layak dirayakan setelah lama dinantikan masyarakat Indonesia. Namun, Aris menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi dari permainan Timnas Indonesia.

Salah satu sorotannya adalah penyelesaian akhir yang belum maksimal, meskipun Indonesia mampu mendominasi jalannya pertandingan. “Secara hasil, kita patut bangga dan gembira karena bisa menjadi juara. Indonesia sangat menguasai permainan, dengan banyak pegang bola, dan terus menekan, terutama mengandalkan umpan-umpan diagonal,” kata Aris, Selasa (6-10-2026).

Dominasi Timnas Indonesia terlihat jelas dari statistik pertandingan. Skuad Garuda mencatat penguasaan bola hingga 64 persen, berbanding 36 persen milik Thailand. Indonesia juga lebih banyak menciptakan peluang tepat sasaran.

Tim asuhan John Herdman itu melepaskan sembilan tembakan yang mengarah ke gawang, sedangkan Thailand hanya empat. Akan tetapi, efektivitas kedua tim justru berbanding terbalik. Dari sembilan tembakan tepat sasaran, Indonesia hanya menghasilkan dua gol, sementara Thailand mampu mencetak dua gol dari empat tembakan tepat sasaran.

Situasi menjadi semakin menarik setelah Thailand kehilangan Nicholas Mickelson akibat kartu merah. Meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, Thailand tetap mampu memberikan tekanan dan bahkan membalikkan keadaan. Indonesia akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung babak tambahan waktu.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Aris menilai penyelesaian akhir dan koordinasi antarlini masih menjadi persoalan bagi Timnas Indonesia. “Dari segi permainan, saya kira masih kurang. Finishing dan kerja sama di lini masih kurang, padahal ada banyak peluang,” ujarnya.

Aris juga menyoroti situasi ketika Indonesia unggul jumlah pemain. Menurutnya, Skuad Garuda justru kesulitan menemukan cara untuk membongkar pertahanan Thailand. “Setelah unggul jumlah pemain, kita justru malah kehilangan akal untuk bagaimana menjebol gawang lawan,” ulas mantan pelatih Persik Kediri dan Persis Solo itu.

Di tengah sejumlah catatan, Aris memberikan perhatian khusus kepada Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri. Keduanya dinilai memberikan tambahan tenaga dan variasi dalam serangan setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Rizky Ridho masuk pada menit ke-60 untuk menggantikan Luke Vickery. Sementara itu, Egy Maulana Vikri baru dimainkan pada menit ke-101 menggantikan Calvin Verdonk di awal babak tambahan waktu. Kehadiran keduanya memberikan dampak signifikan terhadap serangan Timnas Indonesia.

Momen penting terjadi menjelang pertandingan berakhir ketika Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Proses gol tersebut diawali pergerakan Egy yang memberikan umpan terobosan kepada Rizky Ridho di sisi kanan. Ridho kemudian mengirimkan umpan silang yang gagal diantisipasi kiper Thailand sebelum diselesaikan Baggott menjadi gol.

“Masuknya Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri saya rasa jadi kunci. Mereka lebih bisa menusuk serangan ke jantung pertahanan Thailand yang sedikit terbuka, dan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Aris.

Meski akhirnya menjadi juara, Aris menilai Timnas Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Menurutnya, agresivitas pemain belakang dalam membantu serangan harus diimbangi dengan perhatian terhadap tugas bertahan.

Dua gol Thailand menjadi salah satu hal yang disorotnya. “Masih banyak PR juga untuk pemain belakang, yang asyik menyerang dan lupa dalam pertahanan, terbukti dengan dua gol Thailand,” kata Aris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *