Pada awal musim ini, wajahnya sering tersorot kamera saat melakoni laga. Kehadiran mantan pemain asal Brasil ini memunculkan rasa penasaran dan tanda tanya. Pasalnya, Hilton Moreira cukup lama menghilang dari sepak bola Indonesia.
Padahal, ia memiliki karier yang cukup panjang sejak membela Deltras Sidoarjo di Liga Indonesia musim 2007/2008 hingga klub terakhirnya, Sriwijaya FC pada musim 2019/2020. Jika ditotal, Hilton Moreira menghabiskan waktu sebelas tahun beraksi di kompetisi Indonesia. Di sela-sela periode tersebut, ia juga sempat berkiprah di Liga Super Malaysia bersama klub Penang FC selama musim 2013-2015.
Lalu, apa yang membawa pria berusia 45 tahun ini kembali ke Indonesia? “Indonesia selalu di hati saya. Saya berterima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia karena nama saya terkenal di sini saat menjadi pemain. Sekarang, saya tidak bermain bola lagi, melainkan menjadi pelatih. Saya yakin saya akan tetap bekerja keras untuk nama saya di sini dengan profesi yang berbeda,” katanya.
Selain Deltras, Hilton Moreira juga sempat memperkuat Persib Bandung dan Sriwijaya FC dalam dua periode berbeda. Ia juga pernah membela Persipura pada edisi 2018. Sepanjang kariernya di Indonesia, Hilton Moreira telah mencetak 98 gol.
Kembalinya Hilton Moreira ke Indonesia terbilang sebuah kebetulan. Agennya, yang juga menaungi Ze Gomez (pelatih Madura United), meminta Hilton Moreira untuk mendampingi sang pelatih.
“Saya ditawari oleh agen saya asal Portugal untuk membantu Ze Gomez di Madura United. Karena Coach Ze Gomez tidak bisa berbahasa Indonesia, saya bertindak sebagai penerjemahnya. Saya menjembatani komunikasi pelatih dengan pemain saat latihan dan pertandingan, serta saat wawancara dengan media,” jelasnya.
Profesi sebagai interpreter bukan hal sulit bagi Hilton Moreira. Hal ini dikarenakan materi yang dibahas lebih banyak mengenai hal teknis seputar program dan taktik sepak bola yang telah ia geluti selama belasan tahun.
“Sebuah hal baru yang cukup menantang. Ini perjalanan baru bagi hidup saya. Tapi, bagi saya tidak ada masalah karena kami masih bicara soal sepak bola juga,” ujarnya.
Selain sebagai penerjemah, apa tugas lain Hilton Moreira di skuad Laskar Sape Kerrap? “Sesuai kesepakatan, saya juga menjadi asisten pelatih Ze Gomez bersama Coach Rahmat Basuki. Tim kami sangat kompak,” ucapnya.
Berbekal pengalamannya sebagai mantan penyerang, Hilton Moreira ditugaskan untuk melatih para striker Madura United musim ini. Hasil sentuhannya di awal musim ini pun cukup gemilang. Nama Dimitar Mitkov langsung melesat sebagai top scorer sementara dengan koleksi empat gol.
“Coach Ze Gomez memberi instruksi taktik permainan secara detail. Secara spesifik, saya mendapat tugas mengasah striker karena saya memiliki pengalaman di posisi itu. Saya senang hasil kerja kami sudah terlihat. Namun, ini adalah tugas tim, bukan kerja keras saya sendiri,” tuturnya.
Lalu, bagaimana menurutnya mengenai potensi Dimitar Mitkov musim ini? “Dimitar Mitkov adalah pemain yang mau belajar dan bekerja keras. Dia juga mau menerima masukan. Ini awal yang bagus baginya. Namun, kompetisi masih panjang, dan kami berharap dia terus berkembang serta berkontribusi untuk tim,” ucap Hilton Moreira.
