Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, mengingatkan semua pihak agar tidak memperkeruh situasi yang berisiko berujung pada aksi balas dendam dan menimbulkan korban baru.
Hal ini terkait adanya penyerangan yang diduga dilakukan oknum suporter terhadap rombongan bus tim Persib U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, belum lama ini. Umuh menjelaskan bahwa persoalan yang melibatkan tim level senior kini turut berdampak kepada pemain muda di Elite Pro Academy (EPA) Persib, yang semestinya tidak terdampak.
Ia menyayangkan keterlibatan pihak-pihak yang tidak bersalah dalam konflik yang terus berlarut ini. Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi masuk ke ranah pidana karena telah menyeret orang yang tidak memiliki kaitan dengan masalah awal.
“Oknum-oknum suporter yang terlibat dalam insiden itu harus dipidana. Itu orang tidak tahu apa-apa, dia tidak pernah ikut campur, tapi tiba-tiba terseret,” kata Umuh Muchtar saat dihubungi awak media.
Umuh menegaskan bahwa konflik yang terjadi berulang kali ini harus segera dihentikan. Terlebih lagi, pada kejadian sebelumnya, konflik serupa bahkan telah memakan korban jiwa.
Ia tidak ingin kejadian serupa kembali terulang dan menimbulkan dampak yang lebih besar. “Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa. Jadi, jangan memperluas atau memperkeruh masalah hingga memicu permusuhan yang kuat,” pinta Umuh.
Manajer tim berusia 78 tahun itu juga mengingatkan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang semestinya menjunjung tinggi sportivitas. Ia menyayangkan apabila pihak-pihak yang tidak bersalah justru menjadi korban akibat persoalan yang tidak mereka ketahui.
“Saya juga mengarahkan agar jangan sampai ada aksi balas-membalas. Penambahan kericuhan ini hanya akan membuat situasi makin kisruh dan parah,” pesan Umuh.
Umuh mengaku khawatir imbas konflik tersebut justru makin sulit dikendalikan apabila rasa dendam terus dipelihara. Ia berharap situasi segera mereda sebelum muncul tindakan yang justru memperbesar persoalan.
“Mudah-mudahan situasi yang sekarang bisa mereda,” harap Umuh.
