Pelatih Persija merespons keinginan beberapa pihak yang meminta timnya dijatuhi hukuman pengurangan poin. Hal ini menyusul penyerangan terhadap bus Persib U-18 yang dilakukan oleh The Jakmania.
Bus yang mengangkut pemain Persib U-18 tersebut diserang di Jalan Tol Batang-Semarang KM 360, Batang, Jawa Tengah. Saat kejadian, The Jakmania baru saja kembali dari Bantul, Yogyakarta, untuk mendukung Persija melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 pada Sabtu (10/10/2026).
Sementara itu, Persib U-18 baru saja berhadapan dengan Garuda United dalam Grup B Elite Pro Academy (EPA) One U-18 di Solo, Jawa Tengah, pada 10-11 Oktober 2026.
Shin Tae-yong mengaku bingung jika Persija harus bertanggung jawab atas perilaku suporter yang berada di luar jangkauan klub, apalagi kejadian tersebut tidak terjadi di dalam pertandingan.
“Bagian yang harus dipertanggungjawabkan klub memang harus dipertanggungjawabkan, tetapi saya pikir klub tidak bisa mengendalikan semua hal sampai pada tingkat seperti ini,” ujar Shin Tae-yong di sela-sela sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, pada Kamis (15/10/2026) sore WIB.
“Bagaimana klub? Masalah seperti itu terjadi di tempat istirahat. Bagaimana orang-orang dari klub bisa mengikuti mereka satu per satu dan mencegahnya?” jelasnya.
Shin Tae-yong menilai desakan sejumlah pihak agar Persija menerima sanksi pengurangan poin sebagai pemikiran yang tidak masuk akal.
“Itu sebenarnya bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai kesalahan klub. Orang-orang seperti itu harus ditangkap dan pihak penyidik harus menghukum mereka dengan keras, barulah ke depannya masalah seperti itu tidak ada,” tutur Shin Tae-yong.
“Melimpahkan hal seperti itu kepada pihak klub jelas tidak masuk akal. Saya berpikir tanggung jawab hukum harus dikenakan kepada individu, dan mereka harus dihukum dengan keras sesuai dengan hukum yang ada,” jelasnya.
