PSIM kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 1-2 pada pekan kelima musim 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026) sore WIB. Gol PSM dicetak melalui aksi Achmat Fahrul Aditia pada menit ke-50 dan Stefan Jevtoski pada menit ke-66. Sementara itu, PSIM hanya mampu membalas melalui penalti Ze Valente di menit ke-82.
Kekalahan ini menjadi kekalahan keempat secara beruntun bagi Laskar Mataram. Hasil tersebut membuat PSIM terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan satu poin dari lima laga, yakni empat kekalahan dan satu hasil imbang.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai timnya tampil lebih baik pada babak pertama. Namun, ia merasa sejumlah situasi dalam pertandingan tidak menguntungkan Laskar Mataram.
“Pada paruh pertama kami adalah tim yang lebih baik. Namun, ada sedikit keberuntungan yang kami lewatkan. Bola terus bergulir di sana dan di sini. Kami memasukkan tambahan penyerang dan bek sayap ofensif untuk mencoba memenangkan laga ini,” ujar Van Gastel seusai laga.
“Kemudian Anda lihat di paruh kedua bahwa kami tidak beruntung karena posisi yang Anda miliki di klasemen menunjukkan bahwa segala sesuatunya tampak berpihak melawan Anda,” sambungnya.
Van Gastel mempertanyakan proses gol pertama PSM yang menurutnya semestinya mendapat perhatian dari perangkat pertandingan. Ia juga menyoroti durasi waktu tambahan pada babak kedua.
“Sebagai contoh pada gol pertama, Raka melempar bola ke dalam, tetapi bola tidak berada di dalam lapangan, melainkan di luar lapangan. Namun, hal itu berakhir tanpa ada intervensi dan justru berbuah gol,” katanya.
“Saya bertanya-tanya di mana VAR dalam situasi ini karena bola tidak berada di dalam lapangan. Jadi, Anda tidak beruntung,” lanjutnya.
“Gol kedua mereka kami berikan dengan cukup mudah akibat kehilangan penguasaan bola di lini tengah sehingga kami terekspos,” tambah Van Gastel.
Menurut Van Gastel, laga sempat terhenti cukup lama usai PSIM mendapatkan penalti. Jeda antara pelanggaran dan sepak mula berlangsung selama 11 menit, tetapi waktu tambahan yang diberikan hanya tujuh menit.
“Oke, kami menerimanya begitu saja, tetapi jika satu situasi sudah memakan waktu 11 menit, saya duga waktu tambahan seharusnya minimal 11 menit. Jadi, itu tidak beruntung,” keluh Van Gastel.
“Akhirnya kami mencetak gol 1-2 dari penalti, mereka mendapatkan kartu merah dan kami mendapatkan beberapa peluang emas, tetapi kami tidak memanfaatkannya. Itulah sedikit situasi yang kami hadapi. Itu mencerminkan posisi di klasemen,” imbuh dia.
Bek PSIM, Jop van der Avert, juga menyebut keberuntungan belum berpihak kepada timnya. Meski demikian, ia tidak ingin terlalu larut dalam kekecewaan.
“Saya pikir sudah jelas keberuntungan tidak berada di pihak kami. Namun, saya tidak ingin mulai berbicara terlalu negatif karena saya pikir itu tidak akan membantu kami. Tetapi saya setuju dengan apa yang dikatakan pelatih,” ujar Jop.
