Moussa Sidibe tampil sebagai pahlawan usai mengalahkan PSIM Yogyakarta pada laga pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20-10-2026) malam. Penyerang asal Mali berusia 31 tahun itu membawa Bhayangkara FC menang tipis 1-0 berkat gol yang ia cetak pada menit ke-59, setelah memaksimalkan assist manis Allano Lima.
Tambahan tiga poin membuat Bhayangkara FC naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan tabungan 10 poin, hasil dari dua kemenangan dan empat kali imbang. Kemenangan atas PSIM ini juga membuat tim kebanggaan warga Lampung tersebut belum tersentuh kekalahan dalam enam pekan di kasta tertinggi Indonesia musim ini.
Usai pertandingan, pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, memberikan komentarnya terkait hasil yang diraih anak asuhnya. Ia juga menyoroti kartu merah yang diterima pemain PSIM, Ze Valente, saat laga berlangsung pada menit ke-27.
Ze Valente diusir wasit karena mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain tuan rumah, Wahyu Subo Seto. “Saya rasa Ze Valente tidak berniat melakukan hal itu, tetapi ini adalah insiden 50-50 di mana pemain kami mengalami cedera kepala. Saya harap dia baik-baik saja,” kata Oscar Bruzon.
Mantan pembesut East Bengal FC itu mengatakan bahwa meski bermain di kandang sendiri, pertandingan sempat berjalan sulit bagi timnya, terutama di awal babak pertama.
“Tapi, setelah 15 menit, tim kami mulai mengontrol tempo permainan, tampil lebih baik di area tengah, dan mulai menciptakan beberapa peluang. Tentu saja kartu merah Ze Valente adalah game changer. Di momen itu PSIM bertahan dengan mengerahkan seluruh sumber daya, mereka bermain dengan formasi rapat deep 4-4-1, dan kami kesulitan membuka skor di babak pertama,” jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
Memasuki babak kedua, The Guardians tampil lebih tajam dengan variasi serangan yang lebih beragam. Gol yang ditunggu pun akhirnya tercipta melalui aksi ciamik Moussa Sidibe.
“Akhirnya kami menciptakan keunggulan di area luar bersama full back dan winger, serta memulai babak kedua dengan catatan positif menaruh banyak bola di kotak penalti,” kata Oscar Bruzon.
Kendati menang dan meraup tiga angka, Oscar Bruzon bukannya tanpa kritik. Ia tetap mengkritisi permainan Moussa Sidibe dan kawan-kawan.
“Saya tidak bisa sepenuhnya senang dengan efektivitas tim karena kami menciptakan banyak peluang, tetapi jika bukan karena membentur mistar, blok, atau aksi penyelamatan, selalu ada hal yang membuat kami gagal mencetak gol lebih cepat,” ujar Oscar Bruzon.
Bagi PSIM, kekalahan ini membuat tim yang baru saja memecat pelatihnya tersebut tetap tertahan di posisi ke-17 dengan tabungan satu poin, hasil dari satu kali imbang dan lima kali kalah.
