Isenmulang FC harus puas berbagi angka saat bertanding melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/10/2026). Duel pekan ketujuh kasta teratas Indonesia tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Ini merupakan hasil imbang kedua secara berturut-turut bagi Isenmulang FC, setelah sebelumnya tim promosi ini bermain imbang 1-1 dengan Java United FC. Tambahan satu poin tidak membuat Isenmulang FC beranjak dari posisi ke-16 klasemen sementara dengan tabungan tiga poin hasil dari satu kemenangan, dua kali seri, dan empat kekalahan.
Selepas laga, pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya, membeberkan penyebab kegagalan skuadnya meraih kemenangan. Sebelum duel, Isenmulang FC memang menargetkan tiga angka seperti yang mereka raih pada kemenangan atas Persijap Jepara di pekan kelima. Namun, tim kebanggaan warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, harus rela berbagi angka dengan PSIM.
Simak update terkini klasemen BRI Super League 2026/2027.
Menurut Mundari Karya, strategi yang ia inginkan sebenarnya berjalan baik, terutama di babak pertama. Tuan rumah mendapat peluang emas, namun gagal dimaksimalkan dengan baik.
“Sebetulnya pertandingan berjalan seimbang. Tim kami memang sengaja bermain bertahan. Kebetulan taktik itu berjalan, di babak pertama kami mendapat peluang. Di babak kedua juga kami dapat peluang. Jadi sebetulnya sesuai dengan rencana yang kami inginkan,” kata Mundari Karya.
Kegagalan memaksimalkan peluang, imbuh Mundari Karya, disebabkan oleh persoalan penyelesaian akhir yang belum optimal. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) tim pelatih ke depannya.
“Dari segi taktikal sebenarnya sudah berhasil, tapi memang lagi-lagi soal finishing touch-nya masih menjadi PR,” ujar Mundari Karya.
Hal serupa dilontarkan pemain Isenmulang FC, Firman Ramadhan, yang juga sangat menyayangkan kegagalan timnya meraih kemenangan kedua musim ini. “Kita sama-sama tahu ini bukan hasil yang kita inginkan. Kami hanya meraih satu poin, tapi ya tetap harus kita syukuri,” kata Firman Ramadhan.
Perjalanan Isenmulang FC untuk bertahan di kasta teratas masih panjang dan penuh tantangan. Pada laga selanjutnya, mereka bahkan harus berhadapan dengan juara bertahan yang sarat pemain bintang, Persib Bandung.
Oleh karena itu, Firman Ramadhan mengajak rekan-rekannya untuk melupakan hasil imbang kontra PSIM dan segera menatap laga selanjutnya dengan lebih optimistis. “Untuk ke depannya kita akan terus berusaha dan latihan lebih keras. Perjalanan masih jauh,” kata pemain bertahan berusia 22 tahun itu.
