Menapaki 73 Tahun, Persita Teguhkan Komitmen untuk Terus Berkarya dan Berkembang

Persita sedang dilingkupi kebahagiaan yang luar biasa. Hal ini dikarenakan hari ini, tim kebanggaan warga Tangerang tersebut genap berusia 73 tahun. Persita didirikan pada 9 September 1953. Sejauh ini, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut belum pernah merasakan manisnya gelar juara Liga 1. Pencapaian terbaik mereka diraih pada tahun 2002, saat Persita finis sebagai *runner-up* Liga Indonesia setelah kalah 1-2 dari Petrokimia Putra. Meskipun belum pernah menjadi yang terbaik di kasta tertinggi Indonesia, kesebelasan yang identik dengan warna ungu tersebut tidak patah semangat untuk menorehkan sejarah. Manajemen terus berupaya agar Persita mampu bersaing dalam perburuan gelar, termasuk di ajang BRI Super League 2026/2027. Merengkuh gelar juara di kompetisi tertinggi tentu tidak mudah, mengingat tim asuhan Carlos Pena tersebut harus kembali bertarung dengan tim-tim besar seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan sang kampiun tiga musim berturut-turut, Persib Bandung. Musim ini, Hokky Caraka dkk. mengawali musim dengan baik. Mereka membawa pulang satu poin dari Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (5/9/2026), usai memaksa tuan rumah, PSIM Yogyakarta, bermain imbang 1-1. Kini, Persita bertekad mendulang tiga angka dari Java United FC di Banten International Stadium, Serang, pada Minggu (13/9/2026). Manajemen berharap usia ke-73 tahun ini membuat Persita semakin termotivasi untuk meraih kesuksesan dan terus bertekad berpartisipasi guna memajukan sepak bola nasional. “Semoga sukses dan terus berpartisipasi dalam memajukan persepakbolaan Indonesia! Since 1953,” demikian harapan Persita dalam perayaan hari jadinya yang ke-73. Perjalanan waktu yang panjang telah meninggalkan banyak pelajaran, warisan, serta pengalaman. Persita terus maju menyambut masa depan, kendati menghadapi banyak tantangan serta rintangan. “73 tahun telah menjadi fondasi untuk terus berkembang dan melangkah maju. Sejarah memberi kami warisan, perjalanan memberi kami pengalaman, dan identitas telah menjadi bagian dari siapa kami,” tulis Persita. “Kini, semuanya kami bawa untuk menyambut masa depan dalam menghadapi tantangan baru, menulis cerita ke depan, dan membuka babak berikutnya. Dari warisan menuju masa depan. Dari 73 menuju apa yang akan datang,” ujar Persita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *