Timnas Indonesia U-20 menempati Pot 3 dalam pembagian jalur undian yang akan diselenggarakan di China pada 24 Maret – 10 April 2027 mendatang. Piala Asia U-20 2027 akan diikuti oleh 16 negara yang dibagi ke dalam empat pot berdasarkan prestasi masing-masing peserta. Sebagai tuan rumah, China langsung menghuni Pot 1 bersama tiga negara unggulan lainnya, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi. Pot 2 diikuti oleh Uzbekistan, Irak, Iran, dan Yordania. Sementara itu, Timnas Indonesia U-20 tergabung dalam Pot 3 bersama Thailand, Tajikistan, serta Oman.
Hal yang menarik, Pot 4 diisi oleh India, Korea Utara, Lebanon, dan Malaysia. Perbedaan posisi pot antara Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia U-20 ini membuka peluang bagi kedua negara tetangga tersebut untuk bertemu kembali di China, seperti saat mereka bermain imbang tanpa gol pada Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos lalu. Hingga kini, AFC belum mengumumkan kapan pembagian grup akan dilakukan, namun kemungkinan undian akan dilaksanakan pada awal 2027. Ke-16 kontestan ini juga akan bertanding dalam jalur kualifikasi untuk menentukan wakil Asia menuju Piala Dunia U-20 2027. Sesuai regulasi, hanya empat tim yang lolos ke babak semifinal yang dapat bertarung di Piala Dunia U-20.
Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah, mengatakan bahwa pembagian pot ini cukup menarik. “Ya, jika melihat pembagian pot tersebut, Timnas Indonesia U-20 bisa saja melawan Malaysia U-20 lagi. Namun, kita lihat saja nanti apakah kedua negara ditakdirkan untuk bertarung kembali di China,” katanya. Namun, apa pun hasilnya nanti, semua tim tidak dapat menghindari lawan yang tangguh. “Jika sudah masuk putaran final, ke-16 tim tersebut adalah yang terbaik di Asia. Jadi, negara unggulan belum tentu mudah mengalahkan tim dari pot terendah. Semua tergantung pada kesiapan tim masing-masing,” jelasnya.
Raja Isa menyatakan bahwa ajang Piala Asia U-20 2027 ini merupakan sarana bagi wakil Asia Tenggara, seperti Timnas Indonesia U-20, Malaysia U-20, dan Thailand U-20, untuk membuktikan diri. “Selama ini, sepak bola ASEAN sulit bersaing di level Asia. Namun, kita bisa memulainya dari level U-20 ini. Saya rasa Timnas Indonesia U-20, Malaysia U-20, dan Thailand U-20 mampu bersaing di Piala Asia U-20 2027 nanti,” ucapnya. Apalagi, masih ada waktu sekitar lima bulan bagi seluruh peserta sebelum menuju China.
“Waktu tersebut harus dimaksimalkan, terutama bagi wakil ASEAN. Saya pikir Nova Arianto akan memasukkan pemain baru untuk menggantikan mereka yang kurang maksimal di kualifikasi. Begitu pula dengan Malaysia U-20 dan Thailand U-20,” ujarnya. Dalam persiapan nanti, peran federasi sangatlah penting karena tim membutuhkan dana yang sangat besar, baik untuk pemusatan latihan maupun uji coba. “Di sini, federasi harus memberikan dukungan penuh. Lawan uji coba juga sangat menentukan masa depan tim-tim tersebut,” tuturnya.
