Kiper Terbaik EPA Super League 2026/2027 Dapat Pelajaran Berharga seusai Timnas Indonesia U-20 Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Penjaga gawang, Deva, merasa gembira dapat membawa pengalaman berharga untuk berkompetisi bersama klubnya pada musim 2026/2027. Kiper yang akrab disapa Deva ini menjadi bagian dari kesuksesan Timnas Indonesia U-20 yang lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Di babak kualifikasi, skuad Garuda Muda menjadi pemuncak klasemen akhir Grup H dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga.

Bagi pemain berusia 18 tahun ini, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia berharap bisa terus konsisten agar tetap dipanggil saat Piala Asia U-20 2027 bergulir di China, pada 24 Maret hingga 10 April 2027. “Alhamdulillah, pastinya saya bangga bisa berkontribusi di Timnas Indonesia U-20 dan membawa tim lolos ke Piala Asia U-20 2027. Suatu kebanggaan buat saya bisa masuk Timnas U-20,” ujar Deva.

Bagi Deva, kesempatan bergabung bersama Timnas Indonesia U-20, mulai dari menjalani pemusatan latihan (TC) hingga mengarungi fase kualifikasi di Laos, memberikan banyak pelajaran berharga. Ia merasakan atmosfer laga internasional yang menyajikan banyak pengalaman, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang kuat. Menurut Deva, hal ini akan menjadi modal penting untuk kariernya di masa depan.

“Suasananya berbeda. Lawan-lawan dari negara lain cukup kuat dan bagus. Persaingannya juga berbeda dari klub. Kami bisa mendapat pelajaran bagaimana cara menghadapi lawan-lawan yang kuat,” katanya.

Kini, pemain yang mendapatkan penghargaan sebagai Kiper Terbaik EPA Super League 2025/2026 itu mulai mengalihkan fokusnya untuk bermain bersama Kendal Tornado FC di Pegadaian Championship 2026/2027. Deva tentu akan berusaha keras untuk mendapatkan jam terbang dan menit bermain sebanyak mungkin. Ia ingin berusaha mengantarkan timnya merebut tiket promosi ke kasta tertinggi.

“Target saya setelah kembali ke klub, mungkin agar bisa mendapat menit bermain dan berkontribusi dengan klub di kompetisi, sambil membantu Kendal Tornado FC promosi ke Liga 1,” ujarnya.

“Suasananya di sini seru. Senior-seniornya juga baik dan bisa membimbing pemain muda. Latihannya juga enak, saya sangat menikmati sesi latihan di sini,” lanjut kiper kelahiran 2 Desember 2007 itu.

Deva tentu akan menghadapi persaingan yang cukup ketat di bawah mistar Kendal Tornado FC. Ia akan bersaing dengan kiper-kiper yang lebih berpengalaman seperti Try Hamdani hingga Rafi Pamungkas. Bagi Deva, menit bermain sangat penting agar ia bisa kembali dipantau oleh pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto.

“Harapan saya, bisa dipanggil lagi untuk training camp nanti bersama Timnas U-20,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *