Pengamat sepak bola nasional menilai tidak perlu menjadikan pemain naturalisasi atau keturunan sebagai sebuah keharusan. Menurut Luciano, skuad berjuluk Garuda Muda saat ini sudah memperlihatkan kemampuan yang sangat baik. Hal tersebut terlihat dari kiprah mereka di babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
“Timnas Indonesia U-20 tidak boleh menjadikan pemain naturalisasi atau pemain keturunan sebagai sebuah keharusan. Setelah melihat perjalanan kualifikasi, saya justru melihat skuad saat ini memiliki potensi yang sangat baik,” ujar Luciano, Sabtu (12/9/2026).
“Kemenangan 2-0 atas Australia menunjukkan bahwa pemain-pemain muda Indonesia mampu bersaing dengan tim yang secara fisik dan pengalaman cukup kuat. Ini menjadi modal yang sangat positif menuju Piala Asia U-20 2027,” lanjutnya.
Meski demikian, Luciano tidak menutup kemungkinan Timnas Indonesia U-20 menambah pemain keturunan. Peluang tersebut tetap terbuka jika tim pelatih menemukan kebutuhan spesifik di posisi tertentu.
“Namun, jika tim pelatih menemukan posisi tertentu yang memang membutuhkan tambahan kualitas dan ada pemain keturunan yang benar-benar memenuhi kebutuhan tersebut, tentu harus dipertimbangkan,” kata Luciano.
“Prinsipnya bukan mencari pemain naturalisasi hanya karena namanya besar, tetapi mencari pemain yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas tim. Saya lebih memilih .”
“Jika ada satu atau dua pemain yang memiliki kualitas tinggi, memahami sepak bola Indonesia, memiliki mental kompetitif, dan bisa langsung memberikan kontribusi, hal itu bisa menjadi tambahan yang sangat positif,” sambungnya.
Di sisi lain, Luciano mengingatkan agar kedatangan amunisi baru tidak menghambat perkembangan pemain lokal yang telah berjuang membawa Garuda Muda lolos ke Piala Asia. Pembinaan talenta muda harus tetap menjadi fondasi utama.
“Sekarang, fokus Nova Arianto adalah mempertahankan core team, serta meningkatkan kualitas taktik, fisik, mental, dan terutama pengalaman pemain menghadapi tim-tim Asia dengan level yang berbeda,” ucapnya.
“Jadi jawaban saya: skuad saat ini sudah memiliki modal yang cukup untuk bersaing, tetapi pintu untuk pemain keturunan berkualitas tetap terbuka jika memang ada kebutuhan spesifik. Yang paling penting bukan dari mana pemain tersebut berasal, tetapi apakah dia benar-benar memiliki kualitas untuk membuat Timnas Indonesia U-20 menjadi lebih kuat,” tutup Luciano.
Piala Asia U-20 2027 akan berlangsung di China pada 24 Maret hingga 10 April 2027. Garuda Muda menyegel tempat di putaran final setelah menjuarai Grup H pada babak kualifikasi.
