Indonesia Hajar Bangladesh 8-1, Bidik Trofi Asian Minifootball Championship 2026 demi Tiket Piala Dunia

Indonesia mengawali perannya sebagai tuan rumah dengan melumat Bangladesh 8-1 di Stadion ASIOP, Jakarta, Minggu (13/9/2026). Kemenangan telak ini menjadi dorongan besar untuk misi panjang yang sudah dicanangkan sejak awal.

Turnamen yang berlangsung pada 13-18 September 2026 tersebut juga menjadi jalur kualifikasi menuju Piala Dunia Minifootball 2027 di Republik Ceko. Empat hingga lima tim terbaik di Asia akan berhak mengikuti ajang tersebut.

Ambisi tinggi itu ditegaskan oleh Ketua Umum Federasi Minifootball Serikat Indonesia (FMSI) sekaligus Presiden Asian Minifootball Confederation, Eric Tuapattinaya.

“Pada Piala Asia sebelumnya di Uni Emirat Arab, Indonesia menjadi runner-up. Saat itu kita dikalahkan Iran. Kali ini Iran tidak ikut serta sehingga semoga bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk bisa meraih prestasi tertinggi di turnamen ini,” kata Eric Tuapattinaya.

Di lapangan, Indonesia sempat ditekan pada awal laga. Irfan membuka keunggulan pada menit ke-15, sebelum Bangladesh menyamakan kedudukan melalui penalti Azim Fayed pada menit ke-24.

Taufik mengembalikan keunggulan pada menit ke-31, lalu dua gol Franji pada menit ke-33 dan 35 menutup babak pertama dengan skor 4-1.

Selepas turun minum, Irfan mencetak gol kedua pribadinya pada menit ke-39 dan Franji melengkapi hat-trick pada menit ke-50. Widyanto menutup pesta gol dengan dua lesatan beruntun pada menit ke-51 dan 52, memastikan skor akhir 8-1.

Pelatih Tim Nasional Minifootball Indonesia, Indra Kurnia Purnomo, mengakui para pemain sempat merasakan tekanan di awal pertandingan sebagai tuan rumah.

“Harus saya akui, di awal pertandingan tadi para pemain memang agak sedikit grogi. Memang membawa nama besar Indonesia itu sama sekali tidak mudah, dan terbukti mereka tadi sempat agak buyar konsentrasi di awal pertandingan yang kemudian membuat kami sedikit kesulitan menerapkan set play yang sebelumnya sudah kita rencanakan,” ujar Indra.

Status penyelenggara dan target tinggi menuntut adaptasi cepat terhadap atmosfer pertandingan. Fase pembuka yang kurang mulus itu diakui berdampak pada penerapan set play yang sudah disiapkan tim pelatih.

Meski begitu, Indra menilai respons tim berjalan sesuai harapan setelah para pemain kembali pada rencana permainan. “Tetapi Alhamdulillah semua pemain bisa mengembalikan fokus dan kami mampu bermain sebagaimana set play yang kami siapkan,” lanjutnya.

Kemenangan atas Bangladesh menghadirkan tiga poin perdana bagi Indonesia di AMNC 2026, tetapi jalan menuju gelar juara masih panjang. Indonesia akan berjumpa Irak pada laga kedua di Stadion ASIOP, Senin (14/9/2026).

Partai ini menjadi kesempatan untuk menambah kemenangan sekaligus menjaga peluang finis di posisi teratas Grup A. Persaingan di grup tersebut pun langsung terasa ketat.

Thailand membuka turnamen dengan skor spektakuler usai menghancurkan India 14-0. Hasil tersebut menempatkan Thailand di puncak klasemen sementara Grup A, dengan Indonesia di posisi kedua.

Skenario itu membuat duel kontra Irak kian krusial. Tiga poin akan menjaga momentum dan memperbesar peluang Garuda Minifootball mengamankan posisi terbaik pada fase grup.

AMNC 2026 bukan hanya milik tuan rumah. Sejak laga perdana, para peserta menunjukkan ambisi besar untuk merebut status terbaik di Asia.

Di Grup B, Suriah mencatat kejutan pada debutnya dengan menundukkan Uni Emirat Arab 5-2. Uzbekistan juga memetik kemenangan dengan skor identik saat mengalahkan Jepang.

Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dan menempati papan atas Grup B, menandai awal yang konsisten dari para pesaing.

Dengan tensi kompetisi yang langsung meninggi sejak awal, konsistensi menjadi harga wajib bagi Indonesia jika ingin menutup turnamen dengan trofi. Skor 8-1 atas Bangladesh adalah awal yang sempurna, tetapi baru merupakan langkah pertama menuju target besar: menjadi juara AMNC 2026 di hadapan publik sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *