Pentas BRI Super League mencatatkan rekor baru, terutama dari jumlah gol yang tercipta hingga pekan kedua. Sebanyak 52 gol telah bersarang di gawang 18 kontestan. Alhasil, tidak ada satu pun tim yang berhasil menjaga gawangnya tetap perawan.
Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan dua musim terakhir. Pada musim lalu, Persija Jakarta dan Borneo FC sama sekali tidak kebobolan. Jika ditarik ke satu musim sebelumnya pada 2024/2025, terdapat Persija, Persita Tangerang, dan Persebaya Surabaya yang mencatat clean sheet.
Namun, Persija gagal menjaga tradisi tidak kebobolan pada dua pekan pertama selama dua musim beruntun. Mereka dibobol satu gol oleh Persib dalam laga big match di SUGBK, Jakarta.
Jumlah total 52 gol hingga pekan kedua musim ini tergolong sangat tinggi. Akumulasi ini berselisih lima gol dibandingkan edisi lalu yang menyentuh angka 47 gol. Sementara itu, pada musim 2024/2025, jumlah gol bahkan lebih sedikit, yakni hanya 33 gol.
Fakta ini menjadi fenomena yang menarik. Apakah banjir gol ini terjadi karena beberapa tim memiliki skuad yang lemah, atau akibat kehadiran para predator baru di lini depan yang sangat ganas? Bisa jadi, kedua premis tersebut benar.
Menjawab pertanyaan pertama, terdapat tujuh klub yang masih mengalami defisit gol, mulai dari PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, Garudayaksa FC, PSS Sleman, Persijap Jepara, Malut United, hingga Isenmulang FC.
Selain minus gol, mereka juga belum merasakan kemenangan. Isenmulang FC menjadi yang paling tidak beruntung dengan kebobolan delapan gol. Disusul oleh PSM (6), PSS (5), Java United (4), Garudayaksa FC dan Persijap (3), serta PSIM (2).
Menjawab pertanyaan kedua, kehadiran striker anyar Madura United, Dimitar Mitkov, memberikan warna baru di BRI Super League. Pemain asal Bulgaria itu telah mencetak dua brace, yakni saat melawan Persijap dan PSS, sehingga memimpin daftar top scorer sementara.
Pada pekan kedua lalu, Dimitar Mitkov bersama Careca (Arema FC) dan Thijmen Goppel (Bali United) mencetak gol spektakuler dari jarak jauh. Ketiga gol tersebut berhasil menaklukkan kiper lokal, yakni Ega Rizky (PSS), Hilmansyah (PSM), serta Jefri Wibowo (Isenmulang FC).
Dua bomber anyar Persija juga menarik perhatian. Alexander Jeremejeff menambah koleksi gol keduanya di gawang Persib. Sementara itu, debut Ivan Mamut berlangsung sangat dramatis saat Persija mengalahkan Maung Bandung dengan skor 2-1.
Denilson Jr yang direkrut Dewa United pun turut meramaikan deretan penyerang debutan musim ini dengan mencetak brace ke gawang Bhayangkara FC.
Tak pelak lagi, top scorer musim lalu, David da Silva, kini mendapatkan persaingan serius. Meski striker asal Brasil itu telah mencetak dua gol, posisinya sejajar dengan Teppei Yachida, Thijmen Goppel (Bali United), Luca Cumic (PSM), Jose Enrique (Persik), dan Balsa Sekulic (Persib).
Arema FC menjadi kontestan paling produktif untuk sementara waktu dengan tujuh gol. Singo Edan sangat beruntung karena pemain baru seperti Gabriel Silva, Careca, dan Diego Landis telah mencetak gol dan berpotensi bersinar di pertandingan berikutnya.
“Saya kira BRI Super League ke depannya akan lebih sengit. Pemain-pemain baru yang datang punya kualitas bagus. Meski baru awal, kita bisa amati dari skill mereka. Momoknya adalah cedera. Jika terhindar masalah itu, pemain baru itu memberi warna beda dibandingkan musim-musim sebelumnya,” kata Gusnul Yakin, pengamat sepak bola nasional asal Malang, Jawa Timur.
