Kiprah tim-tim promosi pada awal musim 2026/2027 menunjukkan catatan yang memprihatinkan. Belum ada satu pun dari tiga pendatang baru yang mampu memberikan kejutan dalam dua laga perdana. Performa tim promosi yang belum memberikan perlawanan berarti ini membuat Bali United mampu merajai puncak klasemen sementara.
Serdadu Tridatu berhasil menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan meyakinkan. Hasil ini membuat Bali United memiliki catatan gol yang positif, yakni +4. Sementara itu, ketiga tim promosi musim ini justru berada di papan bawah klasemen sementara BRI Super League. Bahkan, salah satu tim menjadi juru kunci akibat hukuman pengurangan dua poin di awal musim.
Berikut adalah ulasan performa tim promosi pada dua pekan perdana BRI Super League.
PSS Sleman tampaknya masih berusaha beradaptasi dengan persaingan di kasta tertinggi. Anak asuh Pieter Huistra ini harus melewati dua pertandingan pertama dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada pekan perdana, skuad Elang Jawa harus mengakui keunggulan tuan rumah Bali United dengan skor 1-2.
Setelah itu, PSS Sleman mengalami kekalahan di kandang setelah tumbang 1-3 dari Madura United. Meski belum terperosok ke zona merah, PSS Sleman kini berada di bibir papan bawah karena menempati urutan ke-15 klasemen tanpa koleksi poin.
Di antara ketiga tim promosi BRI Super League 2026/2027, Garudayaksa FC menunjukkan kiprah yang paling baik, meskipun belum bisa dikatakan memuaskan. Dari dua pertandingan awal, Garudayaksa FC baru mampu meraup satu poin. Pada laga pertama, mereka sempat menahan imbang Java United dengan skor 1-1.
Setelah itu, tim berjuluk Spirits of Garuda ini tumbang 0-2 dari Persik Kediri. Untuk sementara, skuad asuhan Milos Joksic tersebut menempati peringkat ke-14 klasemen. Dengan pencapaian ini, Garudayaksa FC masih unggul dari dua tim promosi lainnya pada awal musim ini.
Nasib paling malang tampaknya dialami oleh Isenmulang Kalteng FC. Tim berjuluk Laskar Tambun Bungai ini tampak pontang-panting menghadapi persaingan di kasta tertinggi. Pada dua pertandingan pertama, anak asuh Mundari Karya sudah menderita dua kekalahan telak.
Mereka awalnya kalah empat gol tanpa balas dari Arema FC, kemudian dibuat tak berdaya oleh Bali United dengan skor 1-4 pada pekan kedua. Dengan demikian, Isenmulang menjadi tim yang paling banyak kebobolan di awal musim BRI Super League. Hal yang lebih memprihatinkan, mereka harus mengawali kompetisi dengan pengurangan dua poin karena berpindah stadion kandang.
