Kekalahan dari tuan rumah Bhayangkara FC meninggalkan catatan buruk bagi pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya. Bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung, pada Sabtu (19-9-2029), Isenmulang FC harus mengakui keunggulan lawan dengan skor dua gol tanpa balas.
Hasil ini merupakan kekalahan beruntun ketiga bagi tim asal Kalimantan Tengah tersebut. Sebelumnya, mereka takluk dengan skor 1-4 dari Bali United dan menyerah 0-4 dari Arema FC.
Tanpa meraih satu poin pun, tim promosi yang musim lalu bernama Adhyaksa FC ini masih tertahan di dasar klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.
Isenmulang FC sebenarnya tampil cukup baik. Meski hanya menguasai 32 persen penguasaan bola, Vinicius Baiano dkk. sempat merepotkan tuan rumah, terutama pada babak pertama.
Namun, pertahanan yang rapi dan solid membuat penyerang Bhayangkara FC baru bisa mencetak gol pada menit ke-56 melalui Allano Lima. Keunggulan tersebut kemudian dipertegas oleh aksi Teuku Ichsan pada menit ke-90+5.
Usai pertandingan, Mundari Karya tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terkait kinerja wasit. Mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu berharap kepemimpinan wasit bisa lebih baik lagi di masa mendatang.
“Saya pikir kedua tim pertandingannya bagus sekali. Cuma saya pertanyakan kepemimpinan wasit. Terus terang agak kecewa dengan kepemimpinan wasit karena pertandingan ini benar-benar sangat menarik. Kedua tim juga menampilkan permainan dengan bagus. Terutama tim saya banyak perubahan, bagaimana mengantisipasi bola-bola crossing,” ujar Mundari Karya.
Menurut Mundari Karya, akibat keputusan wasit, serangan balik yang dilancarkan Isenmulang FC terbuang sia-sia lantaran beberapa kali dihentikan oleh wasit.
“Tetapi, saya dalam pertandingan ini enggak mengerti, wasit juga kurang jeli. Terutama dalam melakukan aturan-aturan yang harus dia taati. Jadi, banyak serangan-serangan balik yang harus kami lakukan jadi nggak punya kesempatan karena disetop wasit. Nah, ini yang menjadi pertanyaan. Kami berharap kepemimpinan wasit dalam pertandingan yang sangat bagus ini wasit juga harus lebih bagus. Jadi, intinya seperti itu,” tutur Mundari Karya.
“Kami berharap di pertandingan ke depan nanti juga dipimpin wasit yang bagus sehingga pertandingan bisa lebih menarik,” imbuh mantan pelatih PSPS Pekanbaru dan Barito Putera tersebut.
Selanjutnya, Isenmulang FC dijadwalkan bersua Persebaya Surabaya pada 10 Oktober 2026. Rencananya, Isenmulang FC sudah bisa menggelar laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Seperti diketahui, tim berjuluk Laskar Tambun Bungai itu untuk sementara harus menjalani laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
