Senang Bisa Kembali ke Bandung, Daisuke Sato: Sudah Seperti Rumah Kedua

Sato kembali merasakan atmosfer Bandung bersama Tim Filipina, kali ini di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kendati belum turun bermain di laga pertama, mantan pemain Persib Bandung itu mengaku bahagia bisa kembali ke kota yang memiliki kedekatan emosional dengannya.

Filipina menjalani pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Pada laga melawan Vietnam, Sabtu kemarin, Filipina harus menerima kekalahan dengan skor 0-1.

Bagi Sato, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang membekas. Sambutan masyarakat Bandung menjadi pengalaman istimewa yang membuat kepulangannya terasa semakin spesial.

“Rasanya luar biasa bisa kembali lagi. Orang-orang menyambut saya kembali. Saya sangat senang bisa berada di sini lagi,” kata Sato. “Sudah cukup lama juga, jadi saya sangat senang bisa kembali,” lanjutnya.

Sato mengaku sudah antusias sejak mengetahui Filipina akan memainkan pertandingan di Bandung. Ia menganggap Bandung bukan sekadar lokasi pertandingan, melainkan tempat yang terasa seperti rumah baginya.

“Ya, saat mendengar Filipina akan main di Bandung, saya sangat bersemangat. Saya menyebut tempat ini sudah seperti rumah kedua bagi saya. Jadi, saya sangat senang ketika mendengarnya,” kata Sato.

Bek yang berkostum Persib pada periode 2022-2024 itu juga sempat berbicara dengan Kevin Mendoza mengenai kepulangan mereka ke Bandung. Keduanya menyadari bahwa publik masih memberikan sambutan hangat kepada mereka.

“Kami tahu apa yang kami harapkan. Banyak sambutan hangat dari masyarakat yang kami dapatkan dan itu sangat luar biasa,” ucapnya.

Kehadiran Sato tetap mendapat perhatian dari suporter, meskipun namanya tidak masuk dalam susunan pemain. Setelah pertandingan usai, teriakan yang menyebut namanya bersama Kevin Mendoza terdengar dari stadion. Sambutan tersebut menjadi sisi lain dari laga yang berakhir kurang menyenangkan bagi Filipina.

Sato menilai Filipina sebenarnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik. Menurutnya, The Azkals mampu menguasai jalannya pertandingan dan tampil lebih baik daripada Vietnam.

“Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari hasil hari ini. Saya percaya kami mendominasi pertandingan dan kami adalah tim yang lebih baik,” kata pemain berusia 32 tahun itu.

Namun, Sato menyadari bahwa hasil pertandingan tidak selalu sesuai dengan permainan yang ditunjukkan di lapangan. Karena itu, ia meminta Filipina untuk segera bangkit.

Filipina masih memiliki dua pertandingan untuk dimainkan. Sato ingin rekan-rekannya memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengalahkan Pakistan dan Thailand.

“Kami masih memiliki dua pertandingan lagi. Jadi, kami harus tetap menegakkan kepala, bangkit, lebih kuat, kemudian mengalahkan Pakistan dan Thailand,” tegas Sato, yang kini bermain untuk klub One Taguig.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *