FIFA ASEAN Cup 2026: Ini Alasan Legenda Newcastle United Mau Bekerja Sebagai Pelatih Timnas Pakistan

Karier seorang mantan pemain bintang terkadang sulit ditebak. Hal ini dialami oleh legenda Newcastle United, Nolberto Solano.

Sejak 21 Juli 2025, Solano bekerja sebagai pelatih kepala Timnas Pakistan. Lokasi tersebut sangat jauh dari negara asalnya, Peru.

Nolberto Solano paham betul tantangan yang dihadapi saat melatih Timnas Pakistan. Negara tersebut saat ini belum memiliki liga sepak bola level profesional.

“Saat saya mendapat kesempatan untuk pindah ke Pakistan, saya sudah memahami segala persoalan yang ada di sana sebelum saya tiba. Seperti yang Anda tahu, saat ini sepak bola di Pakistan belum dikelola secara profesional. Tidak seperti di Malaysia, Filipina, atau mungkin Vietnam di mana terdapat ekosistem sepak bola profesional yang mapan,” ungkap Solano di Stadion Madya GBK, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam.

Situasi sulit justru membuat Nolberto Solano semakin bersemangat membangun Timnas Pakistan. Belakangan, ia mulai memanggil banyak pemain diaspora.

“Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain muda berbakat yang ingin berkarier di Pakistan; situasinya agak membuat frustrasi. Namun, kami sudah menyadari semua kendala ini sejak awal,” kata Solano.

“Saya sudah mengetahuinya sebelum datang ke sini. Untungnya, kami memiliki banyak pemain yang kami sebut sebagai pemain diaspora yang berkarier tidak hanya di Skandinavia, tetapi juga di Inggris. Jadi, kami harus merekrut pemain dari luar negeri agar bisa lebih kompetitif, karena berdasarkan pembicaraan saya dengan para pemain lokal, kualitas kompetisi di sini saja belum cukup memadai,” beber sosok yang juga pernah memperkuat West Ham tersebut.

Nolberto Solano menyatakan bahwa dirinya memiliki mimpi besar. Ia ingin membawa Timnas Pakistan berprestasi dengan lolos ke Piala Asia atau bahkan Piala Dunia di masa depan.

“Ini memang tantangan yang sangat besar. Saat ini, kondisi tim sudah sedikit membaik. Harapan dan target kami adalah, ketika kami mulai menjalani pertandingan kualifikasi tahun depan, kami bisa lolos ke Piala Asia,” ujarnya.

“Itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa. Lalu setelah itu, Piala Dunia mengapa tidak? Bermimpi itu gratis, dan dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi,” tandas Solano.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *