Tim sepak bola Cerebral Palsy (CP) Indonesia bersiap menghadapi persaingan dalam ajang internasional di Amerika Serikat. Piala Dunia Sepak Bola Cerebral Palsy (IFCPF World Cup 2026) akan digelar di Arthur M. Blank U.S. Soccer National Training Center, Fayetteville, Atlanta, Amerika Serikat, pada 14–24 Oktober 2026.
Indonesia berpartisipasi dalam turnamen ini setelah berhasil lolos sebagai perwakilan IFCPF Asia-Oceania Cup 2025 di Solo. Keikutsertaan Indonesia dalam IFCPF World Cup 2026 merupakan sebuah pencapaian bersejarah karena menjadi penampilan debut bagi tim nasional CP Indonesia.
Dalam turnamen mendatang, tim sepak bola CP Indonesia tergabung dalam Grup C dan akan bersaing dengan Inggris, Republik Irlandia, serta Jepang. Sementara itu, Grup B diisi oleh Australia, Spanyol, Brasil, dan Chile.
Adapun tuan rumah Amerika Serikat berada di Grup A bersama Belanda, Kanada, dan Skotlandia. Dengan kekuatan 14 pemain, tim sepak bola CP Indonesia memasang target tinggi untuk meraih prestasi di IFCPF World Cup 2026.
Sebanyak 14 pemain anggota tim sepak bola CP telah dikukuhkan dalam upacara pelepasan kontingen menuju IFCPF World Cup 2026 di Kusuma Sahid Prince Hotel, Rabu (7/10/2026) malam WIB. Mereka dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada Sabtu (10/10/2026).
Pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengatakan bahwa timnya telah melakukan persiapan penuh selama beberapa bulan terakhir. Meski berstatus debutan, tim Indonesia memiliki target tinggi untuk mampu lolos dari fase grup.
“Ini debut tim sepak bola CP Indonesia di Piala Dunia. Insyaallah kami berangkat tanggal 10. Mohon doanya agar 14 pemain yang kami bawa bisa prima dan optimal semuanya. Sampai saat ini kondisinya siap, dan kami optimistis bisa meraih hasil terbaik nanti,” tutur Yanuar Dhuma Ardhiyanto.
“Melihat peta persaingan di Grup C, jelas Inggris menjadi lawan terberat. Pertandingan pertama melawan Republik Irlandia, kami mengincar kemenangan sebagai modal untuk pertandingan berikutnya. Target kami adalah lolos dari fase grup,” ungkapnya.
“Ada beberapa perombakan pemain yang kami lakukan setelah IFCPF Asia-Oceania Cup 2025, salah satunya mengganti pemain dengan kualitas yang lebih baik. Kami selalu memantau kondisi pemain secara detail. Mudah-mudahan bisa lolos ke babak delapan besar,” tegas sang pelatih.
Kapten tim sepak bola CP Indonesia, Yahya Hernanda, merasa optimistis timnya dapat bersaing di Grup C. Ia mengaku sudah mempelajari gaya permainan Irlandia dan Inggris melalui rekaman video pertandingan pada ajang-ajang sebelumnya.
“Saya sangat optimistis bisa menjadi juara grup. Saya sudah melihat permainan lawan; karakteristik permainan Inggris dan Irlandia hampir sama dengan Australia. Mereka mengandalkan strength dan postur tubuh,” ujar Yahya Hernanda.
“Secara teknik, kami tidak kalah dari mereka. Jika melawan Jepang, kami sudah pernah mengalahkan mereka di zona Asia Oceania. Jadi, kami harus yakin bisa mengalahkan Jepang lagi,” katanya.
Terpisah, Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun, mengungkapkan keyakinannya bahwa tim sepak bola CP Indonesia mampu menunjukkan potensi dan memberikan kejutan di IFCPF World Cup 2026.
“Mudah-mudahan para pemain nantinya bisa banyak belajar dan menimba pengalaman selama di sana. Kita perlu mengukur kemampuan mereka,” tandas Senny Marbun.
Sebagai informasi, dalam aturan pertandingan sepak bola cerebral palsy, pemain terbagi atas tiga klasifikasi, yakni hambatan ringan (FT3), hambatan sedang (FT2), dan hambatan berat (FT1).
Tujuh pemain yang berada di dalam lapangan terdiri atas satu pemain dengan klasifikasi FT3, minimal satu pemain dengan klasifikasi FT1, dan sisanya diisi oleh pemain dengan klasifikasi FT2.
