Menghadapi situasi sulit menjelang pertandingan melawan PSM Makassar pada pekan kelima, PSIM Yogyakarta akan menjamu tim tamu di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Jumat (16/10/2026) sore WIB. Laga yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut dipastikan akan berlangsung tanpa penonton. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim tuan rumah.
Saat ini, PSIM Yogyakarta tengah berupaya keluar dari periode sulit setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga awal musim ini. Laskar Mataram baru mengumpulkan satu poin dan kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara. Kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta pekan lalu kian menambah tekanan bagi Franco Ramos dkk.
Keputusan menggelar pertandingan tanpa penonton diambil karena jadwal laga berdekatan dengan persiapan agenda nasional di kawasan SSA. Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh 2026 dijadwalkan digelar pada Minggu (18/10/2026).
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Ermantino Handokomulyo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul tetap memberikan izin penggunaan stadion. Namun, terdapat syarat pembatasan massa guna memastikan agenda nasional tersebut berjalan lancar.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton,” ujar Ermantino.
“Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama,” sambungnya.
Pada hari pertandingan, Panpel PSIM akan melakukan sterilisasi di area luar hingga Ring 1 stadion. Hanya pemain, ofisial, serta pihak berkepentingan yang memiliki akreditasi resmi yang diperbolehkan memasuki kawasan tersebut.
Panpel dan manajemen PSIM memahami kekecewaan suporter yang tidak dapat memberikan dukungan langsung dari tribun. Apalagi, duel versus PSM menjadi kesempatan penting bagi tim untuk bangkit dari keterpurukan.
Seluruh elemen suporter diimbau mematuhi ketentuan yang berlaku dengan tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion maupun menggelar konvoi di jalanan.
“Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pendukung setia PSIM untuk mematuhi aturan ini. Doa dan energi positif dari kediaman masing-masing akan tetap sampai dan menjadi kekuatan utama perjuangan Laskar Mataram di lapangan,” pesan Ermantino.
