Borneo FC Samarinda menatap laga kedua Grup D (ACGL) 2026/27 dengan optimisme tinggi. Pelatih kepala Pesut Etam, Mauro Jeronimo, menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain aman demi mengincar status juara grup saat menghadapi FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Secara matematis, Borneo FC Samarinda hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju ke babak delapan besar, menyusul mundurnya wakil Filipina, One Taguig FC. Kendati demikian, Jeronimo menolak skenario tersebut dan membidik poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
“Jika kami menang atau imbang, kami lolos ke perempat final. Namun, target utama kami jelas memenangkan pertandingan. Ini adalah tujuan kami,” ujar Mauro dengan tegas.
Bermain di kandang menjadi motivasi ekstra bagi skuad Pesut Etam. Kemenangan di laga ini dinilai krusial, bukan sekadar untuk lolos, melainkan juga untuk menjaga momentum dan kepercayaan diri tim di fase-fase berikutnya.
“Kami bermain di kandang sendiri, jadi kami akan bekerja keras demi kemenangan untuk memastikan kami finis sebagai nomor satu di grup. Kemenangan ini juga akan memberikan kepercayaan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” sambungnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya strategi rahasia atau taktik khusus untuk meredam Tainan City FC, Mauro Jeronimo memilih untuk tetap setia pada filosofi permainan menyerang yang selama ini diusung Borneo FC Samarinda.
“Tidak ada taktik khusus. Kami akan tetap melakukan hal yang sama: menyerang lawan dan mencoba menciptakan peluang sebanyak mungkin demi mencetak gol yang kami butuhkan untuk lolos. Fokus utama kami besok adalah kemenangan,” jelasnya.
Tantangan terbesar Borneo FC Samarinda di laga ini adalah sempitnya waktu pemulihan. Praktis, Diego Michiele dan kolega hanya memiliki waktu istirahat efektif selama dua hari setelah laga perdana kontra Yangon United.
Mauro Jeronimo mengakui kondisi ini tidak ideal secara medis mengingat jeda antarpertandingan di AFC Challenge League sangat pendek. Namun, ia meyakini aspek mental akan menjadi pembeda di lapangan.
“Kami bermain dua hari lalu untuk laga besok. Jeda dua hari antarpertandingan biasanya sangat singkat. Normalnya tubuh manusia butuh waktu 72 jam untuk pulih dari satu laga ke laga lainnya, bahkan menurut regulasi FIFA. Namun, kami akan mencoba yang terbaik untuk memulihkan fisik pemain tepat waktu,” ungkap Jeronimo.
“Selain fisik, mental para pemain juga harus dipulihkan karena mereka butuh penyegaran secara psikologis. Namun, kami sangat percaya diri mereka akan tiba dalam kondisi siap tempur untuk pertandingan besok,” tandas pelatih asal Portugal itu.
