Karim Rossi Merasa Klub BRI Super League Harus Lebih Banyak Kasih Kesempatan untuk Pemain Lokal

Musim 2026/2027 akan menerapkan beberapa regulasi baru. Salah satu yang paling menonjol adalah setiap klub diperbolehkan mendaftarkan 11 pemain asing. Namun, tidak semua dari 11 pemain tersebut bisa menjadi starter. Hanya delapan pemain yang dapat tampil sejak babak pertama, sementara tiga lainnya baru bisa dimainkan pada babak kedua.

Eks pemain Persis Solo dan Dewa United, Karim Rossi, memberikan tanggapan mengenai regulasi baru pemain asing di BRI Super League 2026/2027. Rossi merasa penambahan jumlah pemain asing tidak secara otomatis akan meningkatkan kualitas liga.

“Saya tidak bilang lebih banyak pemain asing membuat liga lebih baik. Saya bilang kualitas yang lebih baik akan memperbaiki liga,” ujar Karim Rossi dalam wawancara eksklusif baru-baru ini.

Karim Rossi menyarankan agar klub-klub di BRI Super League 2026/2027 sebaiknya mendaftarkan delapan pemain asing saja, sementara ruang lainnya diberikan kepada pemain lokal.

“Kalau menurut pendapat saya, sebuah klub lebih baik memiliki delapan pemain asing hebat, lalu beri ruang bagi pemain lokal untuk berkembang,” imbuhnya.

“Kita bisa melihat Timnas Indonesia memiliki beberapa masalah saat ini. Dengan memberi ruang kepada pemain lokal, tentu hal itu akan membantu mereka untuk terus berkembang,” lanjutnya.

Karim Rossi juga menyebutkan beberapa pemain muda yang sempat mencuri perhatian di BRI Super League, seperti Ramadhan Sananta dan Arkhan Kaka, yang memang memiliki talenta luar biasa.

Rossi merindukan adanya striker muda lokal lainnya di BRI Super League. Namun, ia menilai situasinya sulit karena adanya regulasi 11 pemain asing seperti musim ini.

“Kamu tahu Ramadhan Sananta, kan? Dan Arkhan Kaka juga. Saya ingin melihat pemain-pemain seperti ini untuk terus berkembang,” tandas Karim Rossi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *