Pieter Huistra Keluhkan Keputusan VAR, Minta Ofisial Pertandingan Evaluasi Diri setelah PSS Takluk dari Persik

Pelatih PSS, Huistra, menyoroti keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Gustavo Tocantins saat timnya kalah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan keenam.

Bertanding di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Kamis (22/10/2026) sore WIB, Persik Kediri unggul melalui Ernesto Gomez. Gol tersebut tercipta melalui eksekusi penalti pada menit ketujuh dan gol tambahan pada menit ke-42.

PSS hanya mampu membalas melalui gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-31. PSS sempat memiliki peluang untuk menyamakan skor melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-63.

Namun, gol tersebut dianulir usai wasit melakukan pengecekan VAR karena Riko Simanjuntak dinilai berada dalam posisi offside. “Jika saya melihat VAR, saya tidak melihat itu. Jadi, saya rasa petugas VAR pasti punya mata yang sangat tajam untuk melihat hal itu, karena ini sangat disayangkan,” ujar Huistra seusai laga.

“Momen itu terjadi dalam proses membangun serangan menuju gol, bahkan bukan umpan terakhir. Itu masih dalam proses membangun serangan dan jelas, jika Anda berada dalam satu garis, itu jelas bukan offside,” tambahnya.

“Kami sangat tidak beruntung. Saya pikir petugas VAR harus mengevaluasi diri sendiri hari ini, dan bagi kami, yang tersisa hanyalah rasa manis yang pahit,” lanjutnya.

“Kami layak mendapatkan lebih. Kami bermain cukup baik untuk setidaknya mengamankan satu poin atau bahkan menang di sini. Itulah sudut pandang saya,” tegas Huistra.

Meskipun begitu, Huistra mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan. Ia menilai kedua tim sebenarnya menyuguhkan permainan positif dan sama-sama menciptakan peluang.

“Kami kurang beruntung harus kalah di sini. Kami bermain dengan baik. Saya juga harus memberikan pujian kepada Persik karena mereka bermain dengan cara yang bagus. Kedua tim bermain secara positif sebagaimana sepak bola seharusnya dimainkan,” katanya.

“Penalti yang diberikan agak terlalu mudah; saya pikir itu kurang beruntung dari sudut pandang kami. Kami berhasil menyamakan kedudukan dengan baik dan memiliki momen yang sangat bagus di akhir babak pertama saat kami benar-benar mendominasi,” ulasnya.

“Kami kebobolan gol kedua karena ada kesalahan di lini pertahanan. Kami tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali bagi lawan untuk melakukan tembakan bebas atau sundulan langsung ke gawang,” tambah Huistra.

Penyerang PSS, Matheus Fornazari, menyebut kesalahan individu menjadi salah satu faktor yang membuat timnya gagal meraih hasil positif di Kediri.

“Kami telah memainkan laga yang hebat, bukan? Kami memiliki peluang yang seimbang, tetapi itulah sepak bola. Jika terjadi kesalahan individu, itu akan menyulitkan pertandingan, dan itulah yang terjadi hari ini,” ucapnya.

“Kami memiliki peluang untuk unggul lebih dulu atau bahkan memenangkan pertandingan, tetapi kali ini belum rezeki. Kami lengah karena kesalahan-kesalahan individu tersebut,” imbuh Matheus.

“Kami akan bekerja keras agar hal itu tidak terjadi lagi. Pada pertandingan kandang berikutnya, kami ingin keluar dengan hasil positif serta memberikan kegembiraan yang dibutuhkan oleh para pendukung,” pungkasnya.

Saat ini, PSS tertahan di posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi empat poin. Hasil tersebut diraih dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan dari enam laga yang telah dijalani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *