Pelatih Isenmulang Kalten FC, Mundari Karya, meminta anak asuhnya agar tidak terlena dengan kondisi yang terjadi di internal tim. Isenmulang FC harus tetap fokus pada permainan dan menjadikan dua laga terakhir sebagai pemantik semangat untuk kembali tampil digdaya saat menghadapi PSIM.
Isenmulang akan menjamu PSIM dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 15.30 WIB. Sejauh ini, tim promosi tersebut belum bisa menggelar laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah.
Meski jauh dari dukungan suporter setianya, Makan Konate dan kawan-kawan tetap tampil sepenuh hati dan semangat. Terbukti, setelah empat kekalahan beruntun, tim kesayangan warga Palangka Raya tersebut mampu bangkit dari keterpurukan dengan meraih kemenangan atas Persijap Jepara dan bermain imbang melawan Java United FC.
Dua hasil positif ini menjadi momen kebangkitan bagi tim berjuluk Laskar Tambun Bungai, terutama saat menghadapi PSIM. Kondisi tim tamu saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Selain menuai kekalahan melawan Bhayangkara FC di laga terakhir, Laskar Mataram juga belum lama mendepak Jean-Paul van Gastel dari singgasana kursi pelatih kepala akibat rentetan kekalahan beruntun yang menempatkan tim ini terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara.
Saat ini, posisi juru taktik PSIM untuk sementara dipercayakan kepada Guntur Cahyo Utomo. Kendati di atas angin, Mundari Karya justru terus mengingatkan agar anak asuhnya jangan terlena dan tetap ekstra waspada. “Kami tetap fokus pada persiapan dan permainan tim sendiri. Situasi yang terjadi di PSIM, pergantian pelatih maupun absennya pemain kunci, tentu harus kami antisipasi karena bisa menjadi motivasi tambahan bagi mereka,” kata Mundari Karya.
Mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu meminta para pemainnya, terutama yang dipercaya sebagai starter, agar tampil disiplin dan percaya diri. Ia menekankan agar dua hasil positif pada laga terakhir dapat terus dilanjutkan. “Yang terpenting, para pemain kami harus tampil disiplin, percaya diri, dan menjaga konsistensi performa positif dari dua pertandingan terakhir untuk meraih hasil maksimal,” kata Mundari Karya.
