Pelatih Oscar Bruzon menegaskan bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk melakoni laga lanjutan musim 2026/2027 pada Sabtu (19/9/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Bertanding di hadapan publik Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Oscar Bruzon optimistis skuatnya mampu memenangkan pertandingan. Menurut juru taktik asal Spanyol tersebut, dua laga terakhir tanpa kekalahan membuat tim berjuluk The Guardians memiliki kepercayaan diri tinggi saat menjamu tim asal Kalimantan Tengah.
Pada laga pertama, Bhayangkara FC bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya. Selanjutnya, mereka juga berbagi angka usai bermain sama kuat 2-2 melawan Dewa United.
“Kami sangat antusias menyambut pertandingan kandang ini, terutama setelah performa bagus di laga pertama melawan Persebaya Surabaya dan pertandingan tandang melawan Dewa United,” kata Oscar Bruzon. “Jadwal kami memang sangat berat di dua laga awal tersebut. Kabar baiknya, kami tetap menjadi tim yang belum terkalahkan,” imbuh mantan pelatih East Bengal, India tersebut.
Laga melawan Isenmulang FC menjadi momentum terbaik bagi tuan rumah untuk meraih tiga poin pertama sebelum jeda kompetisi karena adanya FIFA Matchday. Seperti diketahui, kompetisi dalam negeri akan berhenti sementara menyusul dihelatnya FIFA ASEAN Cup, mulai 24 September hingga 5 Oktober.
Setelah FIFA Matchday, tim kebanggaan warga Lampung akan kembali mengarungi kasta teratas Indonesia dengan menghadapi lawan-lawan yang lebih berat. “Besok, sebelum jeda FIFA Matchday, kami akan menghadapi lawan yang tangguh. Jadi kami butuh poin untuk terus naik di papan klasemen. Bagi kami, laga melawan Isenmulang FC adalah partai final. Targetnya adalah meraih tiga poin dan memangkas jarak dengan tim-tim di papan atas,” ujar Oscar Bruzon.
Memasuki pekan ketiga, Bhayangkara FC masih terdampar di posisi ke-11 klasemen sementara dengan torehan dua poin. Jika Moussa Sidibe dan kawan-kawan bisa merealisasikan target tiga angka, posisi Bhayangkara FC dipastikan akan merangkak naik.
Sementara itu, Isenmulang FC yang ditangani mantan pemain Timnas Nasional era 1980-an, Mundari Karya, masih terpuruk di dasar klasemen tanpa raihan poin sama sekali. Hal ini menyusul kekalahan 0-4 dari Arema FC dan kekalahan 1-4 dari Bali United.
